psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Panen awal tahun

IMG_20191215_084617

Waktu saya masih kuliah, saya ingin sekali menanam pohon kamboja putih di rumah masa depan. Niatnya sih, bunganya yang gampang jatuh bisa saya pakai untuk hiasan rambut.

Demi mimpi itu, ketika membangun rumah kami sisihkan sedikit tanahnya untuk ruang hijau.

Saat ini kami sudah punya satu kamboja yang menjulang tinggi di depan rumah. Lumayan membantu untuk ngasih ancer-ancer tukang ojek online: “Rumah tingkat pintu warna merah yang depannya ada pohon kamboja yah”

Selain pohon kamboja, saya belum tahu kira-kira tanah kosong itu mau ditanam apa. Waktu itu jiwa bertanam saya belum sekuat sekarang. Untung saja ada bapak saya yang berinisiatif menanam banyak pohon buah-buahan di sekitar rumah. Ada pohon durian, pohon jambu, dan pohon mangga.

Seingat saya, pohon yang pertama kali kami tanam adalah pohon mangga. Kami waktu itu menanamnya di belakang rumah dekat garasi, tapi entah kenapa tumbuhnya sedikit doyong dan makin lama makin miring. Kami pun harus menebangnya. Hiks seharusnya jangan yah. Padahal pohon itu sudah sedemikian rindang dan sempat berbuah beberapa kali.

Untuk pohon durian dan pohon jambu, bapak saya menanamnya di depan rumah. Tidak beberapa lama, bapak saya pun menanam pohon rambutan.

Pohon-pohon ini tumbuh tanpa perawatan yang serius. Sesekali disiram. Untuk pohon durian, ada perawatan ekstra dari bude yang membantu di rumah suka menyiramkan air bekas cucian beras ke sana. “Biar manis (buahnya),” ujarnya.

Awal tahun ini, kami panen besar-besaran. Senang sekali bisa melihat bahwa pohon yang dulu kecil bisa menghasilkan buah-buah sebesar itu. Lahan yang  luasnya tidak seberapa ini bisa menghasilkan sesuatu. Jerih payah merawat dan memelihara pohon-pohon tersebut tidak sia-sia. Sepertinya ucapan seorang teman, “yang dirawat tidak khianat,” benar adanya.

In untuk kali kedua kami panen durian, untuk rambutan baru pertama kali. Rasanya senang bukan kepalang karena rumah kami akhirnya berpartisipasi dalam “pawai” musim rambutan di Kampung Bulak. Jadi menjelang Desember dan Januari, pemandangan di Kampung Bulak didominasi oleh warna-warna merah-kuning-oranye buah rambutan yang mengintip di banyak pohon. Senang sekali tahun ini, rumahsenyumpagi bisa berkontribusi memberikan pemandangan itu, meski tidak seberapa banyak.

IMG_20191218_144318

Untuk masalah rasa, kami masih suka dibikin terkejut. Saya tidak makan durian, tapi sejauh ini , kata suami dan anak-anak, hanya beberapa yang rasanya manis, selebihnya rasanya hambar. Untuk rambutan, rasanya manis, tapi kurang “ngelotok”.  Ah tapi memang beda rasanya makan dari pekarangan sendiri.

Demi mendapatkan sensasi yang sama, beberapa waktu yang lalu, saya memutuskan untuk menanam lagi pohon mangga di belakang rumah. Sebenarnya itu juga didorong oleh motivasi ingin menebus rasa bersalah saya pada pohon mangga sebelumnya. Lalu selain itu ada juga pohon belimbing dan pohon pepaya.

Ah tak sabar musim panen berikutnya.

 

 

No Responses to “Panen awal tahun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: