psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Bekerja dari rumah: suka dan duka

IMG_20200331_154727.jpg

Semenjak pandemi COVID-19, konsep bekerja dari rumah atau kerennya work from home langsung populer. Hampir semua orang saat ini melakukannya.

Saya beruntung sudah dua tahun ini saya adalah pekerja rumahan. Saya hanya ke kantor hari Senin saja untuk rapat mingguan, selebihnya saya kerja dari rumah atau sesekali ke kota jika dibutuhkan.

Bisa bekerja dari rumah memang sebuah kemewahan.

Banyak orang sontak bilang: “Wah enaknyaa!” begitu saya cerita tentang bagaimana saya bekerja saat ini.

Buat ibu muda seperti saya ini, bekerja dari rumah itu artinya punya waktu lebih banyak bercengkrama dengan anak-anak. Tentu hal tersebut merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Bisa bercengkrama dengan si kecil sebelum berangkat ke kantor (baca: naik ke lantai dua rumah yang disulap sebagai kantor) atau menyambut si sulung dari sekolah merupakan kebahagiaan sendiri. Terkadang, saya pun masih bisa mengikuti kegiatan sekolah si sulung. Terdengar menyenangkan bukan?

Tapi tidak semuanya cerita bahagia kok.

Tantangan tentu ada. Di sela-sela deadline, si kecil tiba-tiba merengek minta diajak main. Atau ketika ada conference call penting, tiba-tiba anak nongol bertanya tanpa rasa bersalah mainanya tadi disimpan di mana, dududududu.

Untung suami saya juga pekerja rumahan, bahkan dia lebih master dari saya. Sudah dari dulu, semenjak pindah kerja ke Jakarta mengikuti pujaan hatinya, dirinya menjadi pekerja rumahan. Berubah status hanya ketika kami pindah ke Australia karena kebetulan dapat kerjaan di salah perusahaan yang sesuai dengan bidangnya.

Dengan status yang sama-sama pekerja rumahan, akhirnya kita bisa saling bergantian meladeni anak. Bahkan ketika anak sakit, salah satu dari kami harus rela tidak bekerja demi sang anak, atau ketika tidak bisa yah kami harus merelakan jam kerja yang lebih panjang.

Salah satu konsekuensi kurang menyenangkan dari work from home adalah jam kerja yang sepertinya tidak habis-habis. Dari pagi hingga malam, hampir tidak berhenti, apalagi jika memang disambi ini-itu. Ini yang saya lihat terjadi pada suami saya. Untuk itu biasanya saya lumayan disiplin dengan jam kerja. Jam 9 mulai dan selesai jam 5 sore.

Tapi bekerja di rumah ketika anak juga harus sekolah dari rumah di kala pandemi seperti ini ┬ámerupakan bentuk tantangan sendiri. Juggling antara mengerjakan tugas kantor dan juga membantu anak menyelesaikan tugasnya itu….mmmm bukan main yaah. Lagi-lagi saya dan Keliek pun harus tandeman. Untungnya Keliek sekarang rada selo jadi lumayan lah bisa gantian.

Tantangan lainnya adalah membuat anak tidak bosan. Setiap hari, saya harus berpikir cara bagaimana caranya agar anak-anak tidak kebosanan ketika harus dikurung di rumah. Segala jurus sudah dikerahkan. Semua permainan sudah dikeluarkan: puzzle, monopoli dan terakhir scrabble pun juga sudah. Tapi ketika tiba-tiba anak-anak berteriak: “Bosaaan,” mendadak pusing kepala ini. Lebih pusing dari pada deadline kerjaan. Jadi setiap saat, otak ini harus berputar mencari cara untuk membuat mereka semangat.

Kerja dari rumah memang penuh dengan suka, tapi duka belum tentu tidak ada.

Tapi ketika saya harus memilih sekarang, maka saya pun terus memilih bekerja dari rumah. Makanya ketika kemarin sempat ada tawaran pekerjaan, hal yang pertama kali saya pastikan adalah apakah pekerjaan ini memungkinkan untuk bekerja dari rumah.

Dan saya berharap bahwa dengan semakin banyak orang yang familiar dengan konsep ini, maka banyak perusahan yang mempertimbangkan kebijakan bisa bekerja dari rumah bagi karyawannya terutama yang mempunyai anak-anak yang masih kecil. Karena karyawan bahagia adalah aset perusahaan yang paling penting, bukan?

 

 

No Responses to “Bekerja dari rumah: suka dan duka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: