psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Hari-hari tanpa bude

Sejak tanggal 14 Mei lalu, Bude, orang yang biasa membantu pekerjaan rumah, pulang kampung. Kali ini kami gagal menyakinkan dirinya dan keluarganya untuk tidak mudik dulu. anaknya tiba-tiba sudah memesan travel dan menjemputnya malam itu.

Sebelumnya kami berhasil menahannya pulang waktu awal puasa setelah Jokowi menyampaikan pesan yang membingungkan itu antara mudik dan pulang kampung. Bude mengerti betapa bahayanya mudik saat itu dan akhirnya dengan legawa menunda bertemu dengan anak-anaknya di kampung. Tapi 10 hari menjelang Hari Raya, keteguhan Bude buyar karena sang anak memaksa Bude pulang, semua kekhawatiran yang sudah kami sampaikan ditepisnya jauh-jauh. Dengan berat hari kami pun harus melepasnya pergi.

Sudah hampir 3 minggu bude pergi, semua pekerjaan kami harus kerjakan sendiri. Tidak mudah, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Kami pun tidak tahu kapan Bude akan kembali mengingat risiko ketika nantinya dia harus melakukan perjalanan ke Depok.

Saat menulis ini, saya dalam kondisi capek sekali setelah memasak dari pagi kemudian mencuci pakaian 3 hari. Badan pun rasanya langsung gak enak, ingin pijat pun tidak mungkin yaaah jadi salonpas adalah harapan satu-satunya…

Semoga keadaan membaik segera. Amiiin.

 

 

 

 

 

No Responses to “Hari-hari tanpa bude”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: