psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Kisah tentang seorang gadis kecil

IMG-20200719-WA0113.jpg

Aku hendak bercerita tentang seorang gadis bernama Senyum Pagi.

Sembilan tahun lalu, dia hadir ke duniaku dalam bentuk bayi mungil bermata besar.

Malam pertama kita tidur bersama, aku mendekapmu dalam balutan kain pink dari rumah sakit. Kamu masih enggan menyusu dan terlelap seperti memahami ibumu yang cukup lelah setelah hampir 48 jam tidak tidur.

Melihatmu tumbuh besar menjadi pribadi yang santun dan cerdas adalah sebuah anugerah.  Entah apa yang kulakukan, hingga aku layak mendapatkanmu.

Aku dan Ayahmu selalu menyebutmu Anak Baik karena dirimu selalu turut apa kata orang tuamu dan tak pernah sedikitpun menyusahkan kami.

Banyak sikap dan ucapanmu yang sering sekali buat aku sebagai orang yang membesarkanmu terkesima.

Bahkan ketika Ayahmu jatuh sakit, kamu membuktikan dirimu tetap jadi Anak Baik.

Saat diriku kuatir dirimu akan merasa terdampak dengan sakitnya Ayahmu, kamu justru mengingatkanku banyak hal positif yang bisa kita harapkan dan syukuri. Di situlah aku terhenyak bahwa anak gadisku lebih kuat dan lebih dewasa dalam menghadapi semua ini. Kamu tetap ceria dan bermain dengan adikmu

Satu momen, saya bertanya padanya: “Pagi, bagaimana sih caranya untuk bisa tetap ceria?”

“Keka, tetap yakin Ayah pasti sembuh dan pulang. Tunggu ajah,” begitu jawabnya.

Ah. Anak Baikku.

Dia pun sering memelukku ketika aku menangis karena mendengar kabar tidak mengenakkan dari rumah sakit. Aku selalu berusaha untuk tetap tegar dan kuat di depan anak-anak, tapi ada saat di mana semuanya tak tertahankan lagi.

Saya tahu bahwa dalam hatinya, Pagi juga sedih. Dia bilang padaku bahwa melihatnya Ayahku kurus dan tidak bisa bermain dengannya dan Nyala sangat membuat hatinya hancur.

Kami pernah menangis bersama membagi kesedihan ini. Kami saling berpelukan dan sesenggukan menyadari ketidakberdayaan kami dalam menghadapi semua ini. Saya pun berbisik padanya,” Tidak apa-apa Pagi untuk merasa sedih. Pagi bisa kasih tahu Keka, biar kita saling membantu.”

Anakku Senyum Pagi, terima kasih sudah menjadi anak yang baik dan begitu pengertian. Kamu sudah tumbuh dari bayi bermata besar menjadi anak gadis yang beranjak dewasa dan menjadi teman bagi Ibumu yang masih tertatih-tatih menghadapi semua ini.

Terima kasih, Sayang.

 

 

 

No Responses to “Kisah tentang seorang gadis kecil”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: