psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Menyerah dalam kata-kata

Writing heals, kata banyak orang.

Banyak sekali orang yang menganjurkan untuk menulis semua yang kualami saat ini sebagai upaya untuk melawan kesedihan dan merawat kewarasan.

Tapi sampai detik ini, aku masih tidak kuasa menyusun kata-kata untuk berbagi tentang apa yang terjadi pada keluargaku tiga bulan belakangan.

Aku bisa dengan lantang mengucapkan, “Suami saya sakit leukimia,” begitu dokter atau orang asing yang bertemu di rumah sakit bertanya.

Tapi entah kenapa, saya merasa belum sanggup menuliskan lebih dari itu di kertas.

Saya suka sekali menulis, tapi entah topik ini masih membuat saya mati kutu.

Kata-kata yang saya untai dalam pesan singkat di ponsel masih sering kali membuat saya menangis. Apa lagi tulisan panjang. Pasokan emosi saya masih belum cukup untuk menghadapinya.

Entah sampai kapan saya bisa merangkai kata-kata dengan perasaan nyaman dan damai. Mungkin saya masih dengan bergumul dengan apa yang terjadi saat ini dan belum bisa dengan sepenuhnya memproses semua ini dengan rasio.  Ketika semua tidak masuk akal, bagaimana saya bisa menuliskannya.  Ataukah ini saatnya saya menanggalkan logika saya? tapi bagaimana menulis tanpa logika.

Duh, buntu lagi ini.

 

 

No Responses to “Menyerah dalam kata-kata”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: