psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Dua puluh enam hari sesudahnya

Rasanya masih tidak karuan. Dua minggu pertama hampir tidak pernah alpa menangis.

Ketika sudah kembali bekerja, aku merasa tidak apa-apa. Kesibukan bisa membuat pedih yang kurasakan lengah, meski ketika semua selesai dan layar laptop mati, rasa kosong kembali muncul dan duka menyusup pelan-pelan. Setiap Selasa malam, sedihnya menjadi-jadi.

Setiap malam masih saja selalu terbangun. Untung ada Kindle yang siap menjadi pengantar bobo yang jitu.

Besok pagi, ritual pun kembali dimulai.

Meeting, memimpin rapat, berkoordinasi, mengedit, wawancara, menulis bahkan tidak menyangka bisa membawakan satu hari pelatihan dengan lancar. Puji Tuhan banget. Meski begitu selesai, rasanya pengin nangis aja.

Entah sampai kapan yah.

No Responses to “Dua puluh enam hari sesudahnya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: