psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Pudarnya kepercayaan diri

April 30, 2021

Beberapa waktu yang lalu ketika sahabatku Priska bilang bahwa ada wawancara BCL terbaru yang membahas bagaimana dia bertahan selepas kematian suaminya yang sangat mendadak, aku pun segera mencarinya di mesin pencari Google dan menontonnya. Aku ajak Pagi nonton bersamaku. Tentunya sebelum menonton aku beri semacam prolog bahwa BCL ini juga punya anak seumuran dengannya yang […]

Menenangkan diri bersama buku-buku

March 31, 2021

Saya baru menyadari bahwa selama menjalani bulan-bulan terberat dalam hidup saya, buku adalah penolong yang paling dekat dengan saya, bahkan hingga saat ini. Benar-benar paling dekat, soalnya mereka tepat berada di rak buku di samping tempat tidur saya. Malam-malam ketika saya tidak bisa tidur dengan rasa khawatir yang hilir mudik, dan Keliek di rumah sakit, […]

Dua puluh enam hari sesudahnya

February 28, 2021

Rasanya masih tidak karuan. Dua minggu pertama hampir tidak pernah alpa menangis. Ketika sudah kembali bekerja, aku merasa tidak apa-apa. Kesibukan bisa membuat pedih yang kurasakan lengah, meski ketika semua selesai dan layar laptop mati, rasa kosong kembali muncul dan duka menyusup pelan-pelan. Setiap Selasa malam, sedihnya menjadi-jadi. Setiap malam masih saja selalu terbangun. Untung […]

Namanya Mbak Ely

January 31, 2021

Di usia hampir kepala empat, saya merasa butuh ekstra keras untuk menjalin pertemanan baru. Tapi tak terduga, saya mendapatkan teman baru di saat dan waktu yang tidak terduga. Saya memanggilnya Mbak Ely. Kami dipertemukan di ruang UGD RS MRCCC Siloam Semanggi tanggal 23 Desember. Saya melihatnya sedang berdiri menunggu ruang rawat inap untuk suaminya. Ruang […]

Cerita dari rumah sakit

December 27, 2020

Semenjak akhir Mei, kunjungan rumah sakit menjadi sesuatu yang rutin dalam kehidupan saya. Penyakit Keliek yang membutuhkan perawatan intensif membuat saya menjadi pengunjung tetap rumah sakit. Leukemia membutuhkan perawatan yang intensif. Beda dengan jenis kanker lainnya yang bisa melakukan kemoterapi hanya beberapa hari saja, penderita leukemia bisa dirawat hingga sebulan di rumah sakit untuk sekali […]

Menulis kembali

November 30, 2020

Jatuh sakitnya Keliek praktis membuat hidupku berhenti berputar. Emosi, pikiran dan tenaga semua tercurah untuk memikirkan Keliek dan anak-anak. Kehidupan tidak lagi berputar di aku. Semua terasa berhenti. Semua yang kulakukan hanyalah rutinitas yang harus kujalani menit demi menit. Bangun, ke rumah sakit, bekerja, menemani Pagi sekolah, bermain dengan Nyala, makan, minum, istirahat, tidur, dan […]

Membicarakan kematian

October 30, 2020

Bagaimana dirimu membicarakan kematian dengan seorang anak berusia 9 tahun? Topik itu datang tidak diundang sore tadi ketika saya mendengar kabar bahwa seorang teman di SMA meninggal dunia. Pagi langsung melontarkan rentetan pertanyaan ketika saya membagi kabar itu. “Siapa yang meninggal? karena apa meninggalnya?…” Saya jawab semua pertanyaannya. Hingga tiba-tiba ketika kami sedang leyeh-leyeh di […]

Belajar hal baru

September 30, 2020

Pengalaman empat bulan terakhir ini memberiku banyak kesempatan untuk belajar banyak hal baru. Salah satu yang paling tidak mudah adalah proses belajar yang memaksa aku untuk melihat ulang semua kebiasaan, prinsip, dan nilai hidup yang selama ini kuyakini. Sampai detik ini aku pun mengalibrasi semuanya dengan apa yang kuhadapi saat ini. Ini sangat tidak mudah, […]

Menyerah dalam kata-kata

August 31, 2020

Writing heals, kata banyak orang. Banyak sekali orang yang menganjurkan untuk menulis semua yang kualami saat ini sebagai upaya untuk melawan kesedihan dan merawat kewarasan. Tapi sampai detik ini, aku masih tidak kuasa menyusun kata-kata untuk berbagi tentang apa yang terjadi pada keluargaku tiga bulan belakangan. Aku bisa dengan lantang mengucapkan, “Suami saya sakit leukimia,” […]

Kisah tentang seorang gadis kecil

July 31, 2020

Aku hendak bercerita tentang seorang gadis bernama Senyum Pagi. Sembilan tahun lalu, dia hadir ke duniaku dalam bentuk bayi mungil bermata besar. Malam pertama kita tidur bersama, aku mendekapmu dalam balutan kain pink dari rumah sakit. Kamu masih enggan menyusu dan terlelap seperti memahami ibumu yang cukup lelah setelah hampir 48 jam tidak tidur. Melihatmu […]